ARTIKEL

Ansor Bukan Sembarang Nama

ansor
Kelompok nyinyir, yang tidak suka apalagi oleh para pembenci Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), organisasi pemuda dibawah Nahdlatul Ulama, kerap distigma (dicap) macam-macam. Ada yang menyebutnya penyembah kuburan, penjaga gereja, dan tukang membubarkan pengajian. Pokoknya seabreg gelar yang tidak enak didengar di telinga, wong namanya tidak suka.
Kami-kami para anggota dan kader sangat bangga menjadi bagian dari Ansor. Karena bagi kami, nama Ansor tidak sembarang nama. Nama yang lahir dari dialog yang intensif antara kekasih Alloh (waliyulloh) dan para ulama dengan Tuhannya. Melalui laku bathin, olah spiritual dan melalui riyadhoh yang panjang. Dilakukan untuk menjawab problem kebangsaan yaitu bagaimana Indonesia merdeka dan menjaga aqidah Islam ala ahlussunnah waljamaah (Aswaja) di bumi nusantara.
Nama Ansor kerap menjadi Yel-Yel para kader di setiap pengkaderan. Yel-yel dalam sebuah pelatihan, tidak semata-mata sarana untuk pemberi semangat kepada para peserta, namun lebih dari itu sebagai pernyataan komitmen, menunjukan sebuah kebanggaan, dan juga penegasan teologis, idiologis dan sosiologis akan tugas-tugas seorang kader. Itulah setidaknya yang difatwakan oleh para instruktur Gerakan Pemuda Ansor disetiap forum pengkaderan.
Siapa Kita? (dijawab oleh para peserta) Ansor NU
Pancasila? Jaya
NKRI?Harga Mati
Nusantara? Milik Kita
Aswaja? Aqidah kita
Ansor/Banser? Luar Biasa
Seorang instruktur atau pemimpin GP Ansor, ketika memberikan Yel-Yel harus dengan suara yang lantang, penuh semangat dan energi yang juga akan ditirukan oleh para peserta dengan semangat pula. Ini menjadi sumber energi positif ditengah keletihan, kebosanan, dan kelemahan dalam setiap kawah candradimuka kaderisasi.
Ansor berarti penolong. Nama Ansor adalah nama yang diambil dari Al-Quranul Karim. Nama yang sakral dan setiap huruf yang dilafalkan mengandung kebaikan dan keutamaan. Setiap Nabi mempunyai sahabat setia, penolong mereka dalam menegakkan agama Allah Swt. Nabi Isa mempunyai kaum hawariyyin. Nabi Muhammad Saw mempunyai sahabat Muhajirin dan Ansor. Sebagaimana tersebut dalam QS. Ali Imron ayat 52: “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.”
Nahnu anshorulloh. kami-kami adalah penolong agama Alloh. “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:”Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (QS. Ash-Shaff:14).
Energi Al-Quran mengalir dan menjadi ruh nama gerakan pemuda ini. Maka dalam cara berfikir, bergerak dan bertingkah laku senantiasa diorientasikan sesuai dengan Al-Quran. Dengan demikian nama Ansor tersebut dalam Al-Quran, yang barangsiapa membacanya bernilai ibadah dan akan mengalir berjibun kebaikan.
Kami semua sebagai kader Ansor tidak akan pernah ragu, bahwa secara teologis nama Ansor adalah nama yang diambilkan dalam Al-Quran juga hadits. Diriwayatkan oleh Hajjaj Ibn Minhal, dari Syu’bah, dari Adiyy Ibn Tsabit, dari al-Barra’ berkata, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Golongan ANSOR tidak akan dicintai kecuali oleh orang yang beriman, dan tidak akan dibenci kecuali oleh orang yang munafik. Barangsiapa yang mencintai mereka (ANSOR) maka dia akan dicintai oleh Allah SWT, dan barangsiapa yang membenci mereka (ANSOR)”, maka dia akan dibenci oleh Allah SWT”. (HR. Bukhari Muslim). Dalam hadits lain, Nabi Muhammad Saw, bersabda, “Tanda keimanan adalah mencintai ANSOR dan tanda kemunafikan adalah membenci ANSOR”. (HR Bukhori Muslim, dari sahabat Anas RA).
Kami meyakini nama “Ansor” adalah pemberian dari Allah SWT. Dalam Shahih Bukhori diriwayatkan bahwa orang-orang Ansor Madinah pernah bertanya kepada Sahabat Anas bin Malik RA, “Tahukah engkau, apakah nama ANSOR itu kalian (Anas dan sahabat Nabi SAW lainnya) yang berikan, atau Allah SWT? Dijawab: Allah SWT yang menamainya”.
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Ansor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridlo kepada mereka dan merekapun ridlo kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS.At Taubah:100).
Gerakan Pemuda Ansor yang berdiri pada tanggal 24 April 1934 (10 Muharram 1353 H) di Banyuwangi, adalah penerus Ansor para Nabi. KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah pemberi nama ANSOR pada organisasi pemuda di bawah Nahdlatul Ulama ini. Nama ANSOR diberikan sebagai tafa’ulan dan tabarrukan kepada para Sahabat Ansor yang menolong perjuangan Nabi Muhammad SAW. Sehingga sahabat-sahabat Ansor dimanapun dan kapanpun akan senantiasa tafaulan dengan prilaku sahabat Nabi Muhammad Saw, teruutama dicontohkan dalam peristiwa hijrah.
Pertanyaannya GP Ansor itu menolong siapa? GP Ansor menolong ulama/kyai/ajengan pewaris para Nabi yang berhimpun dalam Nahdlatul Ulama.
GP Ansor menolong agar ajaran, nilai-nilai, tradisi, dan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah berkembang dengan baik di Indonesia bahkan dunia. Pondok pesantren, masjid, surau, madrasah dan majlis-majlis taklim sebagai tempat pendidikan dan dakwah menjadi tempat efektif untuk mendesiminasikan Aswaja tetap berdiri kokoh dan kuat. Pada saat yang sama makam-makam, situs/petilasan para auliya, ulama dan kyai serta orang-orang sholih tidak digusur oleh kelompok-kelompok yang anti terhadapnya. Ingat peristiwa hijaz ketika sebagai embrio berdirinya NU meminta Raja Saud untuk tidak menghancurkan Makan Nabi dan para sahabatnya.
GP Ansor juga menolong dan menjaga agar nilai-nilai kebangsaan (wathoniyah) tetap menyala dihati semua warga. Pancasila, dan NKRI tetap berdiri kokoh yang didirikan dengan perjuangan keringat, darah dan nyawa. Itu wujud dari Nahdlatul Wathon yang selama ini diperjuanhkan oleh NU. Di samping itu GP Ansor juga menolong agar komitmen kerakyatan (masholihur-ra’iyyah) berupa ekonomi, sosial, pendidikan dapat diimplementasikan oleh para pimpinan negeri ini. Hal itu sebagai perwujudan dari Nahdlatut-Tujjar dan Tasywirul Afkar dua misi penting dan menjadi embrio kelahiran NU.
Nama GP Ansor benar-benar bukan sembarang nama, tapi Ansor dibuat oleh para ulama pendiri negeri ini. Di usianya yang akan menginjak 84 tahun keberadaan GP Ansor semakin eksis karena memberikan manfaat. Benar apa kata Alloh Swt dalam QS. Ar-Ra’du ayat 17: “Fa amma al-zabadu fa yadzhabu jufa’an wa amma ma yanfauu al-nas fayamkutsu fiy al-ardh” Bahwa buih yang tak berguna akan hilang ditelan zaman, sementara sesuatu yang bermanfaat akan berjalan terus. Wallahu a’lam bi al-shawab.
Ruchman Basori
Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang Membidangi Kaderisasi
Sumber: kumparan.com
Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top