OPINI

Move-On dari MCA dan Hoax, Harus!

hoax, mca

Seperti pepatah mengatakan, sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti suatu saat nanti akan tercium (terbongkar). Yang jelek-jelek itu tak bertahan lama sementara yang baik akan terus ada. Begitu kata Kyai di suatu waktu yang menanggapi masalah hoax.

Semua pihak menyayangkan bahwa komunitas itu memakai kata muslim. Mengapa mereka pakai diksi muslim? Jawaban sementara dan yang paling mudah karena jualan agama di negeri ini memang paling laku. Ini bukan rahasia lagi, contoh minimal mereka para calon tiba-tiba menjadi saat ‘alim, apalagi semakin mendekati pemilihan.

Adapun yang paling dirugikan mereka memilih diksi muslim adalah umat muslim sendiri. Meskipun mereka membantah bahwa MCA yang ditangkap itu abal-abal. Ribuan bantahan mereka tak akan menghapus kerugian umat Islam. Bahwa diksi Islam dan muslim itu haruslah digunakan sesuai kegunaanya. Sejarah juga membuktikan, bahwa Nabi memberi nama sahabat yang ikut hijrah dengan Muhajirin, sementara yang sahabat Madinah yang menolong disebut Ansor. Tak ada tuh embel-embel Islam atau muslim.

Orang yang paham agama akan mengakui bahwa menyebar kabar bohong (hoax) adalah perbuatan dosa, minimal karena mergikan orang lain. Bahkan, Nabi telah memberi worning  bahwa siapa yang secara sengaja mengatasnamakan ucapan Nabi maka tempatnya di neraka.

Lagi, bahwa ciri-ciri orang munafik yang disebutkan ada tiga, salah satunya kalau berbicara itu selalu berbohong. Bohong itu berbicara tanpa fakta, tanpa rujukan yang diaggap valid. Bahwa yang menyebarkan berita bohong bias dikategorikan munafik itu sesuatu yang tidak penting. Adapun yang paling penting, jangan sekali-kali kita menyebar berita bohong, alias tanpa data atau fakta. Persoalan mau dikategorikan munafik atau tidak bukan urusan kita.

Tanpa bermaksud negatif, bahwa berbohong itu mengandung tujuan, tujuan panjang atau pendek. Politis atau non politis. Menurut laporan kepolisian bahwa sebagian besar kabar bohong yang disebarkan MCA ini meliputi kebangkitan PKI, kriminalisasi ulama dengan jumlah tidak sebenarnya dan mobilisasi pekerja dari China. Semua tuduhan-tuduhan itu dialamatkan kepada pemerintah. Sehingga sinyal yang dibaca pemerintah hari ini tidak becus urus negara.

Alhasil, sekali lagi sangat disayangkan MCA pakai diksi muslim. Sosok muslim seharusnya menebar kedamaian, kasih sayang dan cinta. Logikanya sederhana, ketika muslim sedang melakukan kejelekan sekali lagi dia bukan representasi dari Islam. Ajaran Islam tak ada yang kampanye kebencian, hoax, fitnah dan lainnya. Jangan terpancing hanya dengan embel-embel muslim. Untuk yang suka sebar kabar bohong, segera bertobat, ingat dunia dan akherat. Di dunia bisa diciduk Polisi, apalagi di akhirat kelak. []

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top