ARTIKEL

Pesan Damai Ansor untuk Dunia

ansor jogja

Belajarlah mencintai Tanah Air seperti halnya Pemuda ANSOR dan BANSER. Saking cintanya, Sai pun sempat-sempatnya mendoakan tanah air. Menggelorakan Hubbul Wathan Minal Iman, mengirim pesan kepada dunia bahwa ISLAM mengajarkan kita mencintai tanah air.

Spontanitas mereka bukan tanpa sebab, karena kesehariannya selalu mensyairkan Hubbul Wathan minal Iman. Dalam Diklatsar, acara resmi, di masjid, di l

apangan, di gedung gedung..dimana pun. Ini adalah syiir wajib bagi Ansor Banser yang diciptakan oleh Ulama dan Pahlawan Nasional KH WAHAB CASBULLAH (tambak beras, Jombang).

 

Pergulatan ANSOR BANSER dengan kelompok anti NKRI yang terjadi beberapa tahun terakhir di dalam negeri mungkin memicu bathin mereka menyanyikan mars subhanul wathan di tanah suci. Disana ketika hajat dan doa tersambung langsung dengan ALLAH SWT. Saking cintanya, saking gregetnya deh…ya Allah… saya malah yakin ini skenario indah dari Allah untuk kita semua.

 

Tidak ada niat apapun, politis, atau pamer, karena saya tahu persis ada ghiroh yang membara dalam dada anak anak muda itu. Semata mata karena kecintaannya pada NKRI tok tak ada unsur politisnya. Niatnya baik, dilakukan dengan tulus dan tanpa menyadari bahwa semua akan menjadi polemik seperti sekarang. Namun, ketika ternyata aksi spontanitas itu viral dan membuat Saudi protes, secara gentlemen Ketua Umum GP ANSOR Gus Yaqut Cholil Qoumas pun meminta maaf jika hal itu telah membuat gaduh.

ANSOR MENDUNIA
Mbah Wahab Casbullah Seperti Hidup Kembali

Apapun polemik yang berkembang, viralnya video Sa’i Banser itu membuat GP ANSOR mendunia. Mbah Wahab Casbullah sebagai pengarang mars subhanul wathan yang menggelorakan nasionalisme INDONESIA di masa penjajahan seperti hidup kembali. Pahlawan Nasional itu kini dicari riwayatnya dan dibicarakan kiprahnya.

Tidak sedikit yang mencari teks Mars Subhanul Wathan itu untuk dibaca dan dipahami maknanya. Dan saya bisa pastikan bagi yang mencintai INDONESIA akan terguncang bathin mereka karena Mars itu bukan semata lagu biasa melainkan itu adalah doa dan penegasan bahwa musuh musuh INDONESIA akan binasa.

Di tengah krisis nasionalisme dewasa ini, bahkan terjadinya konflik dan perang di sebagian besar kawasan Arab (negara Islam) Mars Subhanul Wathan semestinya menjadi pengingat bahwa setiap muslim punya tanggungjawab menjaga tanah air. Bukan sebaliknya malah dengan sekuat tenaga menghancurkannya. Menyiramkan bensin dan membakar kebencian kepada tanah air.

Apa yang terjadi di Iraq, Afganistan, Suriah, Yaman, dan beberapa negara lain tidak bisa dipungkiri membuat banyak umat Islam kehilangan tanah airnya. Munculnya kelompok kelompok radikal di dalam negara negara itu benar benar merusak dan menjadi pemicu konflik sesama anak bangsa. Dimana kecintaan mereka kepada tanah airnya sehingga dengan kesadaran merubuhkan tanah air mereka sendiri??

Kyi Wahab bukan orang biasa, ia adalah murid Syech Yasin al Padangi, Syech Nawawi al Bantani, dan ulama ulama Nusantara lain yang menjadi guru besar di Tanah Suci. Kyai Wahab lah yang memprakarsai berdirinya Nahdlatul Wathan sebuah organisasi pergerakan kemerdekaan yang konsen membangun nasionalisme di kalangan pemuda dan santri.

Kyai Wahab juga pendiri NU bersama KH HASYIM ASYARI, ia pula yang mencetuskan NU menjadi Partai Politik dan terakhir mendirikan subhanul wathan sebelum akhirnya ia merubahnya menjadi Gerakan Pemuda Ansor sebuah organisasi kepemudaan Islam terbesar di dunia.

Pesan Kyai Wahab juga sangat kuat kepada para pengurus NU agar senantiasa YAKIN dengan KEKUATANNYA sendiri. Jangan termakan PROPAGANDA orang lain yang tidak senang dengan NU.

Yang mungkin terlupakan oleh orang orang zaman NOW, bahwa Mbah Kyai Wahab adalah Ketua Komite Hijaz yang ditugaskan Kyai Hasyim Asyari untuk menuntut Saud agar tidak memindahkan makam nabi dan meminta penguasa Hijaz ketika itu untuk mengakomodir kelompok Ahlusunnah wal jamaah dalam pengelolaan Haromain.

Kembali kepada peristiwa Sai Banser yang menjadi komoditas pembenci NU ANSOR BANSER untuk membully organisasi ini, heheh, tenang saja tidak akan mensurutkan kecintaan kami pada ANSOR dan BANSER. Inilah takdir indah bagi kami yang akan kami sambut dengan penuh semangat dan keihlasan.

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top