BERITA

Yuk Pahami Jihad (bagian ketiga)

jihad

Jihad Bukan Perang Suci
Jihad sering diidentikan dengan “perang suci” (holy war), yakni perang melawan orang kafir sehingga jihad bertujuan untuk memaksa orang-orang kafir memeluk agama Islam. Padahal, jihad dalam sejarah Islam dilaksanakan untuk perluasan dan pembelaan terhadap kawasan Islam (dar al-Islam). Orang-orang kafir yang ditaklukan di bawah kekuasaan Islam diberi pilihan: tetap dalam agama mereka dengan membayar jizyah (pajak) atau masuk Islam sehingga memperoleh hak-hak sipil mereka sepenuhnya.
Karena itu, jihad yang didefinisikan sebagai perang melawan orang kafir, “perang suci” adalah terjemahan yang keliru dari jihad. Jihad jelas bukan perang suci (holy war). Penyamaan jihad dengan perang suci adalah menyesatkan. Pemahaman jihad dengan perang suci ini telah memengaruhi umat Islam ketika munculnya krisis politik dan kepemimpinan di dunia Islam. Apalagi, ketika kaum Nasrani dan Yahudi berada di balik imperialisme dan kolonialisme Barat yang menguasai dunia Islam sangat lama dan membuat umat Islam dalam penderitaan.
Kondisi tersebut terus berlangsung dengn memaklumatkan perang kepada penguasa sekuler yang ditingglkan Barat. Beberapa tokoh pergerakan Islam seperti Sayyid Qutb, Abul A’la Al-Maududi tetap menilai bahwa penguasa sekuler harus diperangi. Karena, pemerintahannya tidak memperlakukan syariat Islam. Kondisi ini mereka anggap masih sebagai perpanjangan tangan dari kaum imperalis yang harus dilawan dengan mengobarkan jihad.
Masalah politik di dunia Islam, terutama di kawasan Timur Tengah, lebih mengentalkan makna jihad sebagai perang suci melawan orang kafir, termasuk menebar berbagai teror terhadap dunia Barat dan pemerintahan sekuler. Tapi, arti sesungguhnya dari jihad bukanlah perang suci, melainkan bagaimana bekerja sungguh-sungguh dalam mendapatkan ridha Allah Swt. []

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top